Pantaskah Melibatkan Keluarga Dalam Persiapan Pernikahan?

0
227
Pantaskah Melibatkan Keluarga Dalam Persiapan Pernikahan

Persiapan pernikahan harus menyangkut tentang segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya selain juga menciptakan persiapan terhadap harapan atau keinginan-keinginan yang ingin dicapai. Dalam menyusun perencanaan pernikahan, perbedaan pendapat dan keinginan akan selalu ada baik dari calon pengantin pria maupun wanita. Hanya saja perbedaan argumen kedua pihak ini akan lebih mudah diatasi dibanding perbedaan keinginan kedua belah pihak dari keluarga. Satu-satunya tujuan yang sama dari mereka adalah menginginkan acara pernikahan baik dan berjalan dengan lancar.

Persiapan nikah kedua keluarga ini juga menjadi salah satu pembicaraan yang cukup penting karena menyangkut persetujuan atas planning yang sudah kalian calon mempelai punya kepada para pihak keluarga, baik keluarga calon mempelai pria ataupun keluarga calon mempelai wanita. Dalam hal ini para calon mempelai membicarakan atas rencana atau garis besar yang sudah direncanakan kepada kedua keluarga. Tujuan dari ulasan ini adalah jangan sampai terdapat keluarga yang dianggap tidak merasa terpakai atau merasa tidak diikutandilkan di dalam perencanaan pernikahan. Walaupun kadang salah satu pihak keluarga hanya bersifat mengikuti saja kepada salah satu pihak keluarga.

Menanyakan rencana yang telah kalian miliki kepada keluarga sangat penting, karena biasanya orang tua adalah orang yang tahu menahu memakan garam di dalam persiapan pernikahan, nyatanya mereka sudah pernah mengalami itu. Terkait pembicaraan mengenai persiapan pernikahan dengan keluarga, pantasnya hal ini didiskusikan secara seksama oleh kedua belah pihak keluarga kalian baik pihak pria ataupun wanita agar tercapainya keputusan yang sama-sama baik. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang semestinya diperhatikan kala melibatkan kedua belah pihak keluarga dalam mempersiapkan pernikahan yang akan kalian jalani.

– Membuat daftar

Meskipun kalian merasa tidak perlu mencatatnya pada selembar kertas atau buku, menulis semua masalah yang menjadi pikiran mengenai pernikahan akan berguna untuk didiskusikan bersama keluarga dua belah pihak yang terlibat. Apakah itu yang mungkin menjadi masalah atau kendala kedepannya dan segala sesuatu yang mungkin saja terjadi tanpa diduga. Tulis juga alasan atas ketakutan itu, barulah setelah itu bicarakan dan minta saran dari keluarga baik pihak keluarga sendiri maupun keluarga pasangan, untuk mengatasi kekhawatiran masalah tersebut. Dengan begini kalian dan pasangan akan menjadi tidak merasa tertekan karena keluarga akan membatu dengan rekomendasi-rekomendasi atas masalah tersebut.

– Saling toleransi

Di dalam sebuah diskusi dengan seseorang kalian membutuhkan sikap membelakangi kepentingan diri sendiri, atau dengan kata lain saling bertoleransi. Membicarakan sesuatu hal apalagi yang menyangkut kepentingan kalian diperlukan sikap lapang terhadap pendapat-pendapat yang tidak searah dengan kehendak kalian. Hargai pendapat orang lain dan usahakan hindari ego pribadi. Banyak kasus pada saat menjelang pernikahan para pasangan malah berselisih paham, hanya karena perbedaan pendapat tentang persiapan pernikahan yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ingat, bukan penyelenggaraan pernikahan yang penting, melainkan pernikahan itu sendiri. Maka dari itulah ciptakan suasana saling toleransi antar dua belah pihak mulai dari diri sendiri.

– Komunikasi berlanjut

Menjelang pernikahan dalam persiapan, kalian harus menjadi sepasang tim yang kompak ketika di depan keluarga masing-masing dengan saling peduli dalam persiapan. Kadang yang bikin perempuan stres adalah sikap pasangan yang seakan tidak peduli. Makanya, alangkah baiknya ajak pasangan terlibat dalam persiapan pernikahan. Sering-seringlah berdiskusi soal persiapan pernikahan, beri dia tanggung jawab sehingga dia merasa dibutuhkan bagi kalian para perempuan yang menginginkan acara yang istimewa dan besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here