Kesiapan-Kesiapan Menikah Menurut Ajaran Islam

0
327

Jika dalam aturan Undang-Undang pernikahan merupakan alat untuk mencapai status sosial dalam masyarakat, maka di dalam ajaran agama Islam pernikahan adalah separuh dari sunnah agama yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Siapa yang belum menikah, maka dapat dikatakan ia belum menyempurnakan agamanya. Siapa yang telah menikah, patutlah ia mengucapkan hamdalah karena ia sedang berada di jalan yang sesuai dengan perintah agama. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan dari kalangan ummatku”. Begitulah yang terdapat pada salah satu hadist Al-Quran.

 

Dalam menjalin tali pernikahan pastilah telah dilakukan berbagai kesiapan yang nantinya berharga bagi keluarga yang diciptakan bersama. Melihat pentingnya arti sebuah pernikahan, tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal. Maka, bagi kaum perempuan maupun laki-laki muslim yang akan menikah, demi mendapatkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, maka perlu mempersiapkan hal-hal berikut dengan baik;

  • KesiapanSpiritual

Apabila dalam diri kalian memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami atau istri yang shalih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi shalihah terlebih dahulu. Tujuannya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridho-Nya, serta agar dapat menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk beribadah. Maka dari itulah, pesiapan spiritual menjadi poin utama yang perlu dipersiapkan menjelang pernikahan agar kedepannya tidak menyesal.

  • KesiapanKonsepsional

Mempersiapan untuk memahami konsep pernikahan perlu dipikirkan matang-matang bersama menjelang pernikahan. Karenanya, pernikahan merupakan wadah terciptanya generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang shalih dan shalihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya. Terakhir, pernikahan adalah sarana tarbiyah atau pendidikan serta ladang dakwah baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat. Untuk itulah kesiapan konsepsional harus dimatangkan.

  • Kesiapan Kepribadian

Kalian wajib paham dan sadar betul bahwa bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kalian kenal, akan menjadi pasangan hidup sampai akhir hayat. Latar belakang, suku, kebiasaan, semuanya sangat jauh berbeda dengan kita. Berbagai perbedaan itu dapat menjadi pemicu timbulnya konflik. Maka dari itu harus ada persiapan jiwa yang besar dalam berusahamengenali dan menerima calon pasangan yang akan berguna bagi pertimbangan kehidupan kalian kedepannya.

  • Kesiapan Fisik

Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun istri secara optimal. Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita dan dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, maka bergegaslah berobat agar ketidakharmonisan dapat dihindari.

  • Kesiapan Material

Kesiapan material sangat penting bagi kedua belah pasangan, namun dalam hal ini pihak pria atau calon suami paling diwajibkan. Bukan berarti Islam menghendaki kalian berpikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan tetapi bagi seorang suami yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi. Dan bagi pihak perempuan, perlu adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga dengan sebaik-baiknya untuk mencapai kestabilan berumah tangga.

  • Kesiapan Sosial

Ketika sepasang pria dan wanita telah melangsungkan pernikahan, berarti status sosialnya dimasyarakat pun akan berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. Semua kesiapan ini tidak akan langsung didapatkan tanpa menjalani proses yang terus-menerus untuk mempelajarinya. Maka, kedua belah pihak yang nantinya akan menikah, wajib membiasakan diri dalam perilaku sosial dalam kehidupan sehari-hari agar dipandang baik oleh masyarakat di sekitar keluarga kalian nantinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here